Nama Restoran : I Am Geprek Bensu
Lokasi : Outlet I Am Geprek Bensu JakartaHarga : Rp. 7500 (mie goreng), Rp.4000 (tempe geprek)
Nilai : 1 / 5
Recommended : No
Come again : No
Aku pesan tempe geprek dan mie goreng secara terpisah di I Am Geprek Bensu lewat ojek online. Ternyata abang ojeknya lantas memberitahu bahwa harganya naik karena pajaknya belum termasuk. Meski agak kecewa, tapi aku tetap lanjut pesan.
Lalu bagaimana review I Am Geprek Bensu yang termahsyur itu?
Setelah diantar, ternyata yang datang adalah dua kotak kecil yang dibungkus tas plastik bening biasa, tanpa logo. Kecil amat, pikirku. Padahal ekspektasiku akan satu porsi mie semestinya tidak sekecil ini.
Setelah dibuka, aku kecewa karena porsi mie gorengnya sangat sedikit.
Sepertinya ini sepertiga dari porsi mie goreng biasa. Rasanya juga sepertinya sama dengan mie goreng instant yang banyak dijual dimana-mana. Padahal kan harga mie goreng instant cuman 2000 rupiah sedangkan disini dipatoknya sekitar 7500 rupiah tapi ternyata hanya dapat sepertiga porsi pula. Alamak! 😅
Sementara itu, tempe gepreknya untuk satu porsi terdiri dari empat potong dan kesannya seperti tempe goreng rumahan yang diberi sambal geprek. Ukurannya pun kira-kira hanya seperempat dari tempe goreng yang dijual di abang-abang. Rasanya lumayan sih meski aku mengharapkan ada yang lebih dari tempe geprek yang dibeli di restoran.
Terus terang untuk kali ini semuanya kurang sesuai dengan harapanku, terutama mie gorengnya. Aku pesan mie goreng sebagai pengganti nasi dan kalau memang diberi porsi sesedikit ini dengan alasan harganya miring, mungkin lain kali diberi tulisan saja "setengah porsi". Tidak semua orang yang makan disana ingin diet, ada juga yang ingin kenyang, seperti aku misalnya. Tahu begini kan aku bisa beli dua atau mungkin pesan ke lapak sebelah yang satu porsi mie gorengnya cukup untuk mengisi perut yang keroncongan.
Dengan pengalaman yang cukup mengecewakan begini, aku memutuskan untuk mencari yang lain saja untuk makan geprek karena khawatir akan mendapatkan lagi harga atau porsi yang kurang sesuai dengan ekspektasiku. Memang ada saat-saat dimana aku hanya ngemil cantik di suatu restoran tapi dengan menu seperti mie goreng, aku lebih memilih yang satu porsinya cukup untuk dinikmati sampai waktu makan berat berikutnya karena bagiku karbohidrat itu buat mengenyangkan, bukan buat camilan. Yah, beginilah review I Am Geprek Bensu di mataku berdasarkan pengalaman sendiri yang ternyata kurang berkesan tapi preferensi orang berbeda dan aku menghargai mereka yang memiliki pandangan berlainan soal ini. Just my two cents here 😊
Baca Juga:
Setelah diantar, ternyata yang datang adalah dua kotak kecil yang dibungkus tas plastik bening biasa, tanpa logo. Kecil amat, pikirku. Padahal ekspektasiku akan satu porsi mie semestinya tidak sekecil ini.
Setelah dibuka, aku kecewa karena porsi mie gorengnya sangat sedikit.
Sepertinya ini sepertiga dari porsi mie goreng biasa. Rasanya juga sepertinya sama dengan mie goreng instant yang banyak dijual dimana-mana. Padahal kan harga mie goreng instant cuman 2000 rupiah sedangkan disini dipatoknya sekitar 7500 rupiah tapi ternyata hanya dapat sepertiga porsi pula. Alamak! 😅
Sementara itu, tempe gepreknya untuk satu porsi terdiri dari empat potong dan kesannya seperti tempe goreng rumahan yang diberi sambal geprek. Ukurannya pun kira-kira hanya seperempat dari tempe goreng yang dijual di abang-abang. Rasanya lumayan sih meski aku mengharapkan ada yang lebih dari tempe geprek yang dibeli di restoran.
Terus terang untuk kali ini semuanya kurang sesuai dengan harapanku, terutama mie gorengnya. Aku pesan mie goreng sebagai pengganti nasi dan kalau memang diberi porsi sesedikit ini dengan alasan harganya miring, mungkin lain kali diberi tulisan saja "setengah porsi". Tidak semua orang yang makan disana ingin diet, ada juga yang ingin kenyang, seperti aku misalnya. Tahu begini kan aku bisa beli dua atau mungkin pesan ke lapak sebelah yang satu porsi mie gorengnya cukup untuk mengisi perut yang keroncongan.
Dengan pengalaman yang cukup mengecewakan begini, aku memutuskan untuk mencari yang lain saja untuk makan geprek karena khawatir akan mendapatkan lagi harga atau porsi yang kurang sesuai dengan ekspektasiku. Memang ada saat-saat dimana aku hanya ngemil cantik di suatu restoran tapi dengan menu seperti mie goreng, aku lebih memilih yang satu porsinya cukup untuk dinikmati sampai waktu makan berat berikutnya karena bagiku karbohidrat itu buat mengenyangkan, bukan buat camilan. Yah, beginilah review I Am Geprek Bensu di mataku berdasarkan pengalaman sendiri yang ternyata kurang berkesan tapi preferensi orang berbeda dan aku menghargai mereka yang memiliki pandangan berlainan soal ini. Just my two cents here 😊
Baca Juga:


0 Komentar